Monday, August 17, 2009

BERIBADAT DI DASAR LAUT

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin
Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal
sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi
Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu
samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup
memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu
sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata
putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan
ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman
menjadi terlalu heran, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan minta
pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya
dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.

"Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman
keheranan.
"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.
"Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?" tanya Nabi
Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian
memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di
dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang
memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti
kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya
itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri.
Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak
pula di langit.

"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku
melihat sebuah kubah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu
kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada Nabi
Sulaiman.
Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu
menjadi kagum terhadap pemuda itu.

"Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya
Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.
"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah
atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku
tinggal di dalam kubah."
"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"

"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya
yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat
bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."
"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Nabi
Sulaiman a.s yang merasa semakin heran.

"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku
mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan
menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai
menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu
kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya.
Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

No comments: